SLAWI, smpantura – Warga sejumlah desa yang berada di kawasan KPH Balapulang, Kabupaten Tegal resah dengan tumpukan sampah di hutan sejak November 2026 lalu. Sampah yang menimbulkan bau tak sedap itu, di duga berasal dari Desa Banjaranyar, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal.
Tumpukan sampah yang berserakan di hutan membuat warga resah dan penasaran asal dari sampah tersebut. Sampah di ketahui di buang oleh truk pengangkut sampah pada malam hari.
Warga sempat melakukan penelusuran asal sampah tersebut. Beberapa tumpukan sampah ada alamat dalam bungkusan dari salah satu toko online. Warga bersama petugas Perhutani langsung cek ke toko online, dan alhasil bungkusan itu di akui di kirim ke Desa Banjaranyar.
Menindaklanjuti temuan warga tersebut, BKPH Margasari membuat surat pemberitahuan pembuangan sampah di hutan negara. Dalam surat itu, KRPH Kalisalak BKPH Margasari melayangkan surat pada 31 Januari 2026. Surat itu berisikan hasil penelusuran KRPH Kalisalak beserta KRPH Wanayasa dan mandor.
Dalam surat tersebut, di beberkan hasil temuan, di antaranya penemuan tumpukan sampah sejak bulan November 2026 di wilayah hutan kawasan BKPH Margasari. Lokasinya berada di Desa Srengseng , Kalisalak dan sejumlah desa lainnya.
“Pada 1 Februari 2026, kami patroli gabungan RPH Kalisalak, RPH Kalibanteng dan RPH Wanayasa menjumpai tumpukan sampah baru di petak 60, petak 62 RPH Kalibanteng dan petak 17 RPH Wanayasa,” kata Asper/ BKPH Margasari, Rosikin dalam surat itu.
Hasil penelusuran lainnya, BKPH Margasari berdasarkan informasi warga, truk berwarna kuning membuang sampah kisaran pukul 21.00 WIB.


