Wakil Bupati Semarang : Pentingnya Menjaga Kerukunan Masyarakat

SEMARANG, smpantura – Wakil Bupati Semarang Nur Arifah menekankan pentingnya menjaga kerukunan masyarakat dan toleransi. Hal itu di sampaikan Wakil Bupati Semarang saat menghadiri kegiatan Nyadaran di Dusun Joyo Desa Tlogo Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Hadir pula para mahasiswa dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang sedang menggelar Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa itu yang sudah berlangsung beberapa minggu.

“Kami dari mahasiswa KKN UNNES senang bisa ikut meramaikan dan hadir dalam kegiatan Nyadaran yang merupakan budaya luhur yang harus terus di lestarikan. Kehadiran kami bersama tim, sebab kami merasa punya tangung jawab sebagai generasi muda untuk ikut terus melestarikan budaya daerah yang baik,” ujar Ketua TIM KKN Dwi Alvin Hidayat, Jumat (6/2).

Ia mengatakan, kegiatan Nyadaran di ikuti oleh warga setempat bersama mahasiswa KKN UNNES sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat. Mereka merasa menjadi bagian dari masyarakat setempat sehingga harus ikut nyengkuyung (mensukseskan) tradisi Nyadran yang sudah menjadi salah satu kearifan lokal.

BACA JUGA :  Harhubnas 2025: Gubernur Jateng Dorong Pemerataan Konektivitas Antarwilayah

Wakil Bupati Semarang, Arifah, dalam sambutanya saat hadir dalam acara itu mengatakan, pihaknya menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarwarga. Kebersamaan dan gotong royong yang terjalin dalam kegiatan seperti Nyadran perlu terus di pertahankan karena membawa manfaat bagi semua pihak. Selain itu, wakil bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga keberagaman dan toleransi antarumat beragama, seperti Islam, Kristen, dan Buddha, agar kehidupan bermasyarakat tetap harmonis. Tradisi Nyadran di nilai bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kehidupan. (**)