Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, Muhammad Ali, menjelaskan banjir di picu curah hujan tinggi yang menyebabkan Sungai Bremi meluap. Ketinggian air sempat mencapai 130 sentimeter dan memaksa ratusan warga mengungsi sejak Jumat, 16 Januari 2026.
Namun, kondisi mulai berangsur membaik. Pada Senin, 19 Januari 2026, ketinggian air di laporkan menurun seiring berkurangnya intensitas hujan dan upaya pompanisasi yang membuahkan hasil.
“Sebagian besar pengungsi sudah mulai kembali ke rumah masing-masing, tetapi kami tetap siaga untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk,” ujarnya.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Pekalongan, banjir berdampak pada 2.362 kepala keluarga atau 14.210 jiwa yang tersebar di tujuh desa pada lima kecamatan, yakni Siwalan, Sragi, Tirto, Buaran, dan Wonokerto. Dari jumlah tersebut, sebanyak 945 jiwa sempat mengungsi. (**)


