Tegal  

UPS Tegal Satukan Arah Kampus Berdampak

”Kita negara besar, memiliki lebih dari 4.400 perguruan tinggi, dan lebih dari 300.000 dosen, serta memiliki hampir 10 juta mahasiswa. Jika arah pengelolaannya dapat disatukan sesuai visi transformasi bangsa, dampak ekonomi, sosial, dan terhadap lingkungannya besar selama prosesnya. Kami berharap akan dapat terus di perbesar dan memberikan multiplier effect,” tandas Mendiktisaintek.

Upaya Strategis

Karena itulah, menurut dia, dalam penandatanganan Kontrak Kinerja, skema di sesuaikan agar dapat menjadi upaya strategis pemerintah. Untuk memperkuat tata kelola pendidikan tinggi yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada capaian kinerja yang terukur.

Di sisi lain, Mendiktisaintek menegaskan, kontrak kinerja bukanlah sekadar dokumen administratif. Tapi dapat merupakan suatu panduan bersama, agar seluruh perguruan tinggi segera bergerak dalam irama yang sama.

BACA JUGA :  Rilis Novel 'Kutil', Dadang Somantri Berharap Minat Baca di Kota Tegal Ditingkatkan

Lebih lanjut Mendiktisaintek mengungkapkan, Indonesia memiliki kekuatan strategis besar, antara lain, melalui Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di kampus. Potensi tersebut harus dapat di kelola secara konsisten dan berintegritas, agar mampu melahirkan SDM unggul. Dan riset yang kuat serta hilirisasi inovasi yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Karena itulah, kementeriannya berharap, perguruan tinggi agar terus melakukan terobosan, menjaga mutu pendidikan. Serta memperkuat peran dosen sebagai garda terdepan dalam melahirkan talenta masa depan yang potensial.

Hal menarik lainnya, yang di sampaikan dalam kegiatan penandatanganan kontrak kinerja, antara lain, upaya peningkatan kesejahteraan dosen. Terrmasuk melalui insentif riset dan penguatan ekosistem penelitian, yang turut menjadi perhatian pemerintah.