Tak Ingin Warga Boros Ongkos, Ahmad Luthfi Hadirkan Trans Jateng Magelang–Temanggung

SEMARANG, smpantura – Rencana pengoperasian BRT Trans Jateng Koridor Gelangmanggung pada 2027 menjadi angin segar bagi masyarakat Magelang dan Temanggung. Selain memperkuat keterhubungan antarwilayah, layanan transportasi massal berbasis aglomerasi ini di harapkan mampu menekan beban biaya transportasi yang selama ini di tanggung warga.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan keseriusannya dalam mengembangkan sistem transportasi massal berbasis kawasan aglomerasi. Salah satu upaya yang tengah di persiapkan adalah peluncuran Bus Rapid Transit Trans Jateng Koridor Gelangmanggung yang di targetkan mulai beroperasi pada 2027.

Kawasan aglomerasi Gelangmanggung mencakup Kabupaten Magelang, Kota Magelang, dan Kabupaten Temanggung. Kehadiran koridor baru tersebut di harapkan dapat menunjang mobilitas harian masyarakat serta aktivitas pariwisata, sekaligus membantu masyarakat menghemat pengeluaran untuk transportasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah Arief Djatmiko menyampaikan bahwa koridor Magelang–Temanggung merupakan bagian dari sistem transportasi terintegrasi yang di kembangkan sejalan dengan penataan kawasan aglomerasi Gelangmanggung.

BACA JUGA :  Ahmad Luthfi Siap Operasi Rokok Ilegal Tanggapi Aspirasi Para Petani Tembakau

“Persiapan pengembangan aglomerasi ini di awali dengan membangun komitmen bersama untuk integrasi dan kolaborasi sistem transportasi, mulai dari sistem primer hingga kota dan desa,” ujar Arief, Jumat, 23 Januari 2025.

Menurutnya, komitmen tersebut telah di formalkan melalui penandatanganan kesepakatan bersama antara Gubernur Ahmad Luthfi dengan para bupati dan wali kota di wilayah pengembangan Gelangmanggung.

Komitmen tersebut mendapat dukungan dari pemerintah daerah setempat. Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, mengatakan, langkah ini sebagai awal penting dalam membangun sistem transportasi yang saling terhubung antarwilayah.