Nandang menuturkan, sesuai arahan Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, selain menekan kebocoran air, pihaknya juga mengupayakan penambahan cakupan layanan air minum.
Pada 2026 ini, ia menargetkan kebocoran atau kehilangan air di bawah 25 persen. “Tahun 2025 kehilangan air sebesar 25,38 persen, tahun 2026 kami menargetkan 24.83 persen,” tuturnya.
Sementara itu, penambahan pelanggan baru akan di imbangi dengan penambahan sumber air baru. Di antaranya sedang mengusahakan Tuk Sikadu dan Bumijawa sebagai sumber mata air baru. Guna menambah debit air di wilayah Pantura seperti Kecamatan Kramat.
Selain itu, juga melakukan kerjasama dengan Kabupaten Pemalang untuk pemanfaatan air sumber atau Tuk Jambe yang terletak di Kecamatan Moga Kabupaten Pemalang untuk penyediaaan kebutuhan air minum bagi sebagian masyarakat Kabupaten Tegal. (**)


