Sering Lupa Taruh Barang? Ini Penjelasan Ahli

TEGAL, smpantura – Banyak orang panik saat kunci motor hilang, ponsel tak ketemu, atau barang lain yang tiba-tiba raib, dan langsung khawatir menjadi pelupa. Padahal, kebiasaan tersebut belum tentu tanda pikun atau gangguan memori serius seperti demensia.

Para ahli menjelaskan bahwa sering kehilangan barang biasanya terkait dengan perhatian yang terbagi, bukan daya ingat yang menurun.

Mark McDaniel, profesor psikologi yang meneliti fungsi memori puluhan tahun, bahkan pernah meninggalkan topi di restoran karena ia jarang menggunakannya. Menurutnya, masalahnya bukan lupa, tetapi otak menyimpan informasi dengan tidak sengaja karena fokus sedang teralihkan.

Daniel L. Schacter, profesor psikologi dari Harvard dan penulis The Seven Sins of Memory, menyatakan bahwa fenomena ini sangat umum terjadi, terutama ketika pikiran sibuk oleh stres, tugas pekerjaan, atau terlalu banyak melakukan multitasking.

BACA JUGA :  Almaz Fried Chicken Hadir di Tegal Bawa Cita Rasa Timur Tengah dan Misi Kemanusiaan untuk Palestina

Para peneliti menjelaskan bahwa memori bekerja melalui tiga tahap: merekam, menyimpan, dan mengambil kembali ingatan. Jika Anda meletakkan barang sambil memikirkan hal lain, ingatan itu tidak terekam baik, sehingga otak kesulitan mencarinya kembali, mirip seseorang yang sampai di tujuan tetapi tidak ingat bagaimana perjalanan berlangsung.

Solusinya sederhana, dengan berikan perhatian penuh setiap kali meletakkan barang penting. Ahli juga menyarankan membuat kebiasaan atau tempat khusus untuk barang yang sering hilang. Seperti kunci atau dompet, agar ingatan lebih mudah terpanggil saat di butuhkan.