Brebes  

Sekda Brebes Tinjau Dampak Banjir Sungai Keruh di Bumiayu, 11 Rumah Warga Roboh

BREBES, smpantura – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Brebes Tahroni meninjau langsung lokasi banjir Sungai Keruh di Blok Kalker, Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Sabtu (24/1/2026).

Banjir yang terjadi Jumat malam menyebabkan 11 rumah warga roboh dan hilang tersapu derasnya aliran sungai.

Dalam kunjungannya, Tahroni melihat kondisi permukiman terdampak sekaligus berdialog dengan warga korban banjir. Sejumlah warga terpaksa mengungsi ke tempat lebih aman menyusul luapan Sungai Keruh yang masuk ke kawasan permukiman.

Tahroni mengatakan, Pemerintah Kabupaten Brebes akan segera berkoordinasi dengan Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Tengah. Serta instansi terkait untuk penanganan Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Keruh secara menyeluruh.

“Penanganan sungai ini harus di koordinasikan dengan PSDA provinsi karena menyangkut kewenangan. Langkah ini penting agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Tahroni.

BACA JUGA :  Rencana Pembangunan Tower di Karangjongkeng Dipertanyakan Warga, Begini Penjelasan Kades

Ia menjelaskan, banjir Sungai Keruh tidak semata-mata di sebabkan hujan deras, tetapi juga di pengaruhi kondisi wilayah hulu di lereng Gunung Slamet. Yang di nilai semakin terbuka dan menurunkan daya dukung lingkungan.

“Kondisi di hulu sangat berpengaruh terhadap besarnya aliran air ke wilayah hilir,” katanya.

Selain di Desa Dukuhturi, penanganan serupa juga akan di lakukan di sejumlah wilayah selatan Brebes lainnya yang rawan banjir. Seperti Desa Penggarutan dan Desa Adisana.

Tahroni mengimbau warga yang bermukim di sepanjang aliran Sungai Keruh untuk meningkatkan kewaspadaan. Mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi. Ia juga mengajak masyarakat, khususnya di wilayah hulu, untuk turut menjaga kelestarian lingkungan guna mengurangi risiko bencana di masa mendatang. (**)