Sejarah Brebes, Daerah Hasil Pemekaran Kadipaten Tegal di Era Amangkurat II 

BREBES, smpantura – Kabupaten Brebes berada di ujung barat Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten dengan julukan Kota Bawang dan Kota Telur Asin ini, paling luas nomor dua di Jawa Tengah. Yakni, memiliki luas wilayah 1.770 kilometer persegi, dengan jumlah penduduk sebanyak 2,066 juta (Data Sensus Penduduk tahun 2024).

Pada 18 Januari 2026, Kabupaten Brebes genap berusia 348 tahun. Keberadaan kabupaten ini memang sangat strategis karena berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat. Hal ini membuat Brebes mempunyai tradisi masyarakat yang unik. Ini karena percampuran antara Jawa dan Sunda. Bahkan, ada beberapa kecamatan yang masyarakatnya berahasa Sunda. Lalu, bagaimana sejarah Kabupaten Brebes ini?

Sejarah berdirinya Kabupaten Brebes secara administasi berawal dari pertemuan Adipati Kerajaan Mataram se-Jawa Tengah pada tanggal 17 Januari 1678 di Jepara. Dalam pertemuan ini, hadir juga Adipati Tegal Arya Martalaya, dan Adipati Jepara Arya Martapura. Raja Mataram Sri Amangkurat II atau Amangkurat Admiral bersama para Adipati menggelar pertemuan untuk membahas penandatangan naskah Kerjasama. Yakni, antara Amangkurat Admiral dengan Belanda. Terutama dalam menumpas pemberontakan Trunajaya dengan imbalan tanah-tanah milik Kerajaan Mataram.

Arya Suralaya

Namun Karena tidak setuju dengan rencana itu, maka terjadi perang tanding antara kedua adipati tersebut. Peristiwa berdarah ini merupakan awal mula lahirnya wilayah Kabupaten Brebes dengan Bupati berwenang. Hal ini sebagaimana tertulis dalam situ resmi Pemkab Brebes di www.brebeskab.go.id.

BACA JUGA :  Mitos Perkutut Bisa Menangkal Santet, Ini Jenisnya

Sehari setelah peristiwa berdarah ini. Yaitu, pada tanggal 18 Januari 1678, Sri Amangkurat II yang berada di Jepara mengangkat beberapa Adipati atau Bupati sebagai pengagganti para adipati yang gugur dalam perang tanding tersebut. Sementara untuk Kabupaten Brebes dijadikan Kabupaten mandiri dengan Adipati Arya Suralaya yang merupakan adik dari Arya Martalaya. Pengangkatan Arya Suralaya sebagai Adipati Kabupaten Brebes ini, sekaligus titimangsa pemecahan Kadipaten Tegal menjadi dua bagian. Yakni, di bagian Timur tetap di sebut Kadipaten Tegal. Sedangkan bagian barat di sebut Kadipaten Brebes, yang sekarang Kabupaten Brebes.

Naskah Bujangga Manik

Daerah yang kini di kenal sebagai Brebes ini, ternyata sudah dikenal sejak lama. Bahkan, daerahnya telah ada saat Kerajaan Pajajaran dipimpin oleh Prabu Siliwangi atau Sri Baduga Maharaja. Hal ini tertuang dalam naskah Bujangga Manik yang ditulis sebelum tahun 1511. Yakni, sebuah naskah Sunda kuno berisi catatan perjalanan Prabu Jaya Pakuan sebagai Kerabat Keraton Pajajaran ketika mengelilingi Pulau Jawa dan Bali. Ia saat itu tengah menjadi Ameng Layaran tau seorang pengelana.