BATANG, smpantura – Hujan deras dengan intensitas tinggi masih memicu banjir dan tanah longsor di Kabupaten Batang. Data terbaru menunjukkan betapa masifnya dampak cuaca ekstrem kali ini. Selasa malam (20/1), banjir dan tanah longsor terjadi di 10 lokasi di beberapa wilayah di Kabupaten Batang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batang, Wawan Nurdiansyah, mengungkapkan tim di lapangan terus bergerak cepat memetakan dampak kerusakan.
”Dari laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD, terdapat longsor di enam lokasi dan banjir di empat lokasi berbeda,” ujar Wawan di Kantor BPBD Batang, Rabu (21/1).
Dia menjelaskan, tanah longsor menjadi ancaman serius di wilayah perbukitan. Di Desa Selokarto Kecamatan Pecalungan dan Desa Sidalang Kecamatan Tersono, tanah longsor meruntuhkan tebing pondasi jembatan. Sementara itu, di Desa Gringgingsari Kecamatan Wonotunggal dan Desa Tombo Kecamatan Bandar, dua rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan kategori sedang akibat hantaman material tanah.
Akses transportasi pun sempat lumpuh. Jalur penghubung Bandar–Batur, tepatnya di KM 7 Dukuh Kemploko, Desa Kambangan, Kecamatan Blado tertutup material longsor. Beruntung, gerak cepat petugas membuat jalan kembali fungsional sebelum tengah malam.
”Material berhasil dibersihkan dan lalu lintas sudah kembali normal pada pukul 22.00 WIB,” tuturnya.
Tidak hanya longsor, air juga merendam kawasan pemukiman di dataran rendah. Fokus petugas kini tertuju pada wilayah pesisir yang masih tergenang.
“Untuk korban jiwa nihil. Saat ini, banjir di Klidang Lor dan Karangasem Utara masih dalam proses asesmen dan evakuasi,” terangnya.


