Dalam acara yang berlangsung di halaman Pondok Pesantren Sunan Giri Salatiga dan berjalan mengitari jalan Kecamatan Tingkir itu, para santri mengenakan berbagai macam baju adat Nusantara, tarian dan musik tradisional, dan berbagai macam kesenian lainnya yang menggambarkan kekayaan budaya bangsa Indonesia.
Beragam Budaya di Salatiga
Kota Salatiga sendiri tidak hanya dikenal kota dengan beragam agama, tapi juga kaya akan budaya. Kebudayaan di Kota Salatiga sebagaimana di kota lainnya mengalami dinamikanya tersendiri seiring dengan masuknya kebudayaan-kebudayaan luar dan kemajuan teknologi informasi.
Kendati demikian, kota yang luasnya hanya 54,98 km persegi ini dihuni oleh beragam agama, suku, dan budaya.
Salah satu yang menjadi kekhasan budaya lokal Kota Salatiga di bidang musik yaitu drumblek, musik yang berasal dari barang-barang bekas seperti kaleng, jembung air, dan tong. Peralatan musik yang sangat sederhana namun sangat merdu ini dalam Karnaval Santri Pondok Pesantren Sunan Giri dimainkan para santri tingkat SMP dengan terampil.
“Di Pesantren Sunan Giri Salatiga, para santri tidak hanya belajar mengaji, tapi mereka juga mempelajari kesenian. Seni bagi santri itu bagian dari media dakwah. Karena itu di sini para santri diharapkan bisa memadukan antara seni budaya dan agama supaya menjadi indah serta maslahah,” jelas Umam. (**)


