Selain bantuan logistik, Dinas Sosial Jateng juga mendirikan dapur umum di wilayah yang mengalami kesulitan pemenuhan kebutuhan pangan. Salah satunya di Kabupaten Pemalang dengan kapasitas produksi hingga 4.000 bungkus makanan per hari.
Di luar dapur umum milik Pemprov Jateng, masyarakat setempat bersama relawan Tagana, Pramuka, dan unsur terkait juga mendirikan enam dapur umum mandiri. Hingga saat ini, belum di laporkan adanya pengungsian di wilayah tersebut.
Terkait puncak musim hujan yang di perkirakan berlangsung hingga Februari 2026. Imam menegaskan, pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi.
“Musim hujan masih panjang. Logistik bantuan kami siapkan, baik dari APBD Jawa Tengah maupun dukungan Kementerian Sosial. Termasuk santunan bagi korban meninggal dunia dan rumah hanyut, sudah kami koordinasikan,” ungkapnya. (**)


