TEGAL, smpantura – Puluhan siswa SD Negeri Panggung 5 terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar di teras sekolah setelah bangunan ruang kelas mereka di robohkan karena di nilai tidak layak pakai.
Kepala SDN Panggung 5, Sofiyani mengatakan, terdapat tiga kelas yang tidak lagi memiliki ruang belajar permanen.
Kondisi bangunan yang membahayakan membuat sekolah tak punya pilihan selain memindahkan siswa ke ruang darurat.
“Sejak 2024 atap ruang kelas sudah melengkung. Kami laporkan ke Pemerintah Kota Tegal dan DPUPR sudah mengecek langsung,” ujar Sofiyani, Kamis 8 Januari 2026.
Dari pengecekan itu, DPUPR Kota Tegal menyatakan bahwa bangunan tidak layak dan konstruksinya tidak cukup kuat.
Bangunan yang terdiri dari tiga ruang kelas, ruang guru serta ruang kepala sekolah itu akhirnya di robohkan pada 2025.
Hingga awal 2026, pembangunan pengganti belum terealisasi. Akibatnya, siswa kelas 1, 2, dan 5 harus belajar di teras sekolah.
Area yang semula di gunakan sebagai tempat parkir guru kini di sulap menjadi ruang belajar darurat sejak Juli 2025.
Para siswa belajar menggunakan meja lipat dengan alas tikar, tanpa dinding pembatas.
“Kondisinya tentu jauh dari ideal. Kalau hujan di sertai angin, aktivitas belajar langsung terganggu, karena tampyas,” jelas Sofiyani.
Menurut Sofiyani, pihak sekolah sudah mengajukan usulan perbaikan bangunan.
Namun, keterbatasan anggaran akibat rasionalisasi APBD 2025 membuat rencana pembangunan belum bisa dilaksanakan.
Dampak kondisi sekolah yang memprihatinkan ini juga berpengaruh pada penerimaan peserta didik baru.
Pada tahun ajaran baru, SDN Panggung 5 hanya menerima 12 siswa baru dari total 104 siswa yang ada.


