Produksi Pangan Jateng Diapresiasi Presiden, Ahmad Luthfi Fokus Swasembada 2026

“Kita gandeng semua pihak untuk bekerja bersama, termasuk organisasi kemasyarakatan yang kami jadikan mitra strategis dalam pembangunan,” katanya kepada Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua PW Muhammadiyah Jawa Tengah Tafsir, unsur Forkopimda Jawa Tengah, serta perwakilan LDK dari berbagai daerah.

Ahmad Luthfi juga menitipkan pesan khusus kepada Lembaga Dakwah Komunitas PP Muhammadiyah agar ikut terlibat aktif dalam pembangunan, baik di Jawa Tengah maupun daerah lain. Ia menilai dakwah komunitas memiliki peran strategis, tidak hanya dalam aspek keagamaan, tetapi juga dalam menyampaikan pesan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami titipkan pesan agar disampaikan ke masyarakat bahwa negara selalu hadir untuk menyejahterakan rakyat. Tolong komunikasikan apa yang telah dilakukan ulama dan umara bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan, capaian dan kinerja Jawa Tengah telah ia laporkan kepada Presiden Prabowo Subianto. Dalam setiap laporan tersebut, kata dia, Jawa Tengah kerap mendapatkan apresiasi dari Presiden, terutama terkait program-program unggulan di sektor pangan.

BACA JUGA :  Koperasi Merah Putih Jateng Kantongi Legalitas, Siap Jadi Bisnis Profesional

Zulkifli Hasan menjelaskan, swasembada pangan merupakan salah satu prioritas nasional. Pada 2025, produksi beras nasional tercatat surplus sekitar 4 juta ton sehingga Indonesia tidak lagi melakukan impor beras. Kondisi ini berbanding terbalik dengan 2024, ketika impor beras mencapai sekitar 4,2 juta ton.

“Kalau dikerjakan dengan konsisten dan serius, swasembada pangan bisa dicapai. Tahun 2025 kita tidak impor beras, dan pada 2026 diharapkan kondisi itu dqpat terus dipertahankan. Begitu juga dengan jagung. Nilai tukar petani juga meningkat,” ujarnya.