PEMALANG, smpantura – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pemalang telah mendistribusikan air bersih dan makanan pada korban banjir bandang di Kecamatan Pulosari dan Moga. Hingga memasuki hari ke-17 masa tanggap darurat, PMI fokus pada dua kebutuhan dasar paling krusial yaitu air bersih dan pangan.
“Langkah cepat ini di dasari atas koordinasi intensif antara PMI dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang. Pemerintah secara resmi telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir bandang di Kecamatan Pulosari dan Kecamatan Moga. Status ini berlaku selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 24 Januari 2026 hingga 7 Februari 2026. Dan dapat di perpanjang sesuai evaluasi kondisi lapangan,” ujar Ketua PMI Pemalang, Akhmad Patah, melalui Kepala Markas Agus Supriyono, Rabu (4/2).
Ia mengatakan, berdasarkan data terbaru, PMI telah berhasil menyalurkan total 85.000 liter air bersih ke berbagai titik terdampak. Tak hanya itu, layanan Dapur Umum (DU) juga telah memproduksi sebanyak 7.705 porsi nasi bungkus. Hal tersebut untuk memastikan warga dan relawan mendapatkan asupan gizi yang cukup. Distribusi air bersih di lakukan secara intensif di 17 titik. Di antaranya wilayah Desa Penakir (Pulosari), serta Desa Simadu, Desa Tretep, dan Desa Sima di wilayah Moga.
Data KK
Tercatat sebanyak 937 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 6.444 jiwa telah merasakan manfaat dari bantuan air bersih ini. komitmen PMI Pemalang untuk tetap berada di garda terdepan hingga kondisi benar-benar pulih.
“Kami memastikan bahwa distribusi bantuan, baik air bersih maupun logistik makanan dari Dapur Umum, akan terus berjalan. Fokus kami adalah menjamin kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi meskipun akses di lapangan masih sulit. Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan bantuan ini tepat sasaran,” ujar Agus Supriyono.


