Batang  

Pertumbuhan Industri Pesat, Serapan Daker Dinilai Belum Maksimal

KUNJUNGAN KERJA: Komisi IV DPRD Batang melakukan dialog dalam kunjungan kerja ke Kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Batang, Selasa (6/1).

BATANG, smpantura – Program Dapat Kerja (Daker) yang di gulirkan Pemerintah Kabupaten Batang untuk menyambut pesatnya pertumbuhan industri, di nilai belum menunjukkan hasil optimal. Serapan tenaga kerja sepanjang 2025 masih berada di kisaran 70 hingga 86 persen.

Hal tersebut terungkap dalam kunjungan kerja Komisi IV DPRD Batang ke Kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Batang, Selasa (6/1). Wakil Ketua Komisi IV DPRD Batang, Edi Siswanto, menegaskan perlunya peningkatan efektivitas program Daker pada 2026. Targetnya, seluruh peserta pelatihan bisa langsung terserap ke dunia kerja.

”Kami tekankan agar ke depan lebih efektif. Kalau tahun lalu serapannya masih 70 sampai 86 persen, maka tahun 2026 setelah pelatihan harus bisa cepat terserap ke tenant atau perusahaan, harapannya sampai 100 persen,” ujarnya.

Selain soal serapan, Komisi IV juga menyoroti minimnya keberpihakan program pelatihan dan lowongan kerja bagi lulusan sarjana. Menurut Edi, hal tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah.

BACA JUGA :  Limbah Cemari Sungai, Bupati Hentikan Operasional Pabrik Tekstil

”Nasib tenaga kerja dari golongan sarjana juga harus di pikirkan. Kami minta Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi memberi ruang, baik pelatihan maupun kesempatan kerja bagi lulusan sarjana. Intinya mereka juga harus mendapat porsi,” katanya.

Tidak kalah penting, DPRD Batang juga menyoroti minimnya peluang kerja bagi tenaga kerja laki-laki di kawasan industri. Edi berharap Pemkab Batang dapat menjalin komunikasi lebih intensif dengan perusahaan-perusahaan di kawasan industri.

”Masyarakat banyak menyuarakan kenapa lowongan kerja lebih banyak untuk perempuan. Ini perlu di carikan formula bersama antara Pemda dan perusahaan agar tenaga kerja laki-laki juga mendapat kesempatan,” terangnya.