Brebes  

Peringati Hari Jadi Brebes ke-348, Bupati Ziarah ke Makam Leluhur

BREBES, smpantura – Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma Bersama para pejabat pemkab, melaksanakan ziarah ke makam leluhur Kabupaten Brebes, Kamis (15/1/2026). Kegiatan itu menjadi rangkai dalam memperingati Hari Jadi ke-348 Kabupaten Brebes.

Di makam leluhur, baik itu makam mantan Bupati maupun tokoh Brebes, Paramitha Bersama rombongan melakukan doa bersama dan tabur bunga. Mendoakan leluhur di lakukan sebagai bentuk penghormatan serta penghargaan kepada para tokoh pendahulu Brebes.

Petilasan Jaka Poleng

Kali pertama Bupati Paramitha yang di damping suami, bersama para pejabat berdoa di petilasan kamar Mbah Jaka Poleng, di Pendopo Bupati Brebes. Doa dan tawasul di pimpin KH Saefudin. Usai itu, rombongan menuju ke makam Pangeran Angka Wijaya Losari Brebes.

Selanjutnya ke makam Mbah Ruby Klampok Wanasari, yang terdapat juga makam mantan Bupati Arya Singasari Pranata Yuda. Ia menjabat Bupati Brebes kurang lebih 27 tahun. Kemudian, menuju makam Kanjeng Adipati Pranata Yuda II atau dikenal dengan nama mbah Klampok di Klampok Kecamatan Wanasari. Ia menggantikan ayahnya Arya Singasari Praata Yuda menjadi Bupati Brebes kurang lebih 14 tahun (1836–1850). Sedangkan cucunya mantan Bupati Kanjeng Adipati Singasari Pranata Yuda III, juga dimakamkan di Klampok. Ia memerintah paling lama sebagai Bupati Brebes kurang lebih 28 tahun (1850–1878).

BACA JUGA :  Presidium Pemekaran Akan Gelar Pertemuan dengan Kades dan BPD

Rombongan Pemkab Brebes ini, selanjutnya makam mantan Bupati Brebes HM Tadjudin Noor Ali di Desa Kertabesuki Kecamatan Wanasari. Ia merupakan Bupati asli putra daerah pada masa jabatan tahun 1999–2001. Kemudian, dilanjutkan ke Makam Syekh Junaedi Al Baghdadi di Desa Randusanga Wetan, Kecamatan Brebes.

Makam KH Syatori

Usai itu, rombongan melanjutkan perjalanan ziarah menuju ke makam mantan Bupati KH Syahtori, di Desa Talang Kabupaten Tegal. Ia merupakan Bupati Brebes tahun 1946–1947 era revolusi. Ia merupakan tokoh Masyumi dan Pengusaha Muslim yang dipilih rakyat pada saat peristiwa Tiga Daerah pada November 1945. KH Syatori dibunuh tentara NICA saat Agresi Militer I tahun 1947. Ia dibunuh setelah menolak bekerja sama dalam pemerintahan Recomba, dan mayatnya ditemukan di Songgom.