Sementara itu, dokter spesialis anak RSUD Batang, dr Tan Evi Susanti menekankan pentingnya pemahaman mengenai konsep gizi seimbang yang kini menggantikan pola lama 4 Sehat 5 Sempurna. Edukasi gizi, ujar dia, kini tidak lagi berpatokan pada konsep lama yaitu Empat Sehat Lima Sempurna. Namun anak-anak perlu di kenalkan pada konsep menu gizi seimbang yang menekankan pada pengaturan porsi makanan.
”Sekarang bukan hanya soal apa yang di makan, tetapi juga seberapa banyak kandungannya mulai dari gula, garam, lemak, dan protein. Hingga sayur dan serat yang semuanya harus seimbang,” ucapnya.
Edukasi ini, lanjutnya, di berikan kepada seluruh anak tanpa membedakan apakah mereka mengalami kekurangan atau kelebihan gizi. Selain edukasi, RSUD Batang juga menjalankan program bantuan susu tinggi kalori bagi anak dengan masalah berat badan. Saat ini, terdapat sembilan anak yang menerima manfaat dari program tersebut.
”Targetnya sebenarnya 20 anak, sementara ini baru sembilan. Jadi masih ada sisa kuota 11 anak lagi,” terangnya.
Ia menyebutkan, perkembangan anak penerima bantuan menunjukkan hasil menggembirakan. Sebagian bahkan sudah kembali ke status gizi normal.
”Sudah ada yang naik berat badannya, bahkan ada yang kembali normal. Tetapi sesuai aturan, tetap kita selesaikan sampai 50 boks untuk satu anak,” ucapnya. (**)


