Perbedaan Laktosa dan Sukrosa, Mana Lebih Sehat?

Foto : Ilustrasi

SMPANTURA – Gula menjadi bagian tak terpisahkan dari pola makan sehari-hari. Namun, tidak semua jenis gula memberikan dampak yang sama bagi kesehatan. Dua jenis gula yang paling sering di konsumsi masyarakat adalah laktosa dan sukrosa. Meski sama-sama termasuk karbohidrat sederhana, keduanya memiliki perbedaan mendasar dalam sumber, proses pencernaan, hingga efeknya bagi tubuh.

Menurut ulasan kesehatan Alodokter, laktosa merupakan gula alami yang terdapat dalam susu dan produk olahannya. Laktosa tersusun dari glukosa dan galaktosa, serta membutuhkan enzim laktase untuk dapat di cerna dengan baik di usus halus. Karena penyerapannya relatif lebih lambat, laktosa memiliki indeks glikemik lebih rendah di bandingkan gula meja.

Sementara itu, sukrosa adalah gula yang paling umum di gunakan sebagai pemanis tambahan. Sukrosa tersusun dari glukosa dan fruktosa, dan banyak di temukan pada gula pasir, sirup, minuman manis, hingga makanan olahan. Setelah di konsumsi, sukrosa dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat.

BACA JUGA :  Nikmati Liburan Natal dan Tahun Baru di Pemandian Air Panas Tirta Husada Brebes

Alodokter menjelaskan, konsumsi sukrosa berlebihan berisiko memicu obesitas, diabetes tipe 2, serta gangguan metabolisme jika tidak diimbangi pola hidup sehat. Selain itu, gula tambahan juga berkontribusi terhadap kerusakan gigi.

Di sisi lain, laktosa relatif aman dikonsumsi selama tubuh mampu mencernanya. Namun, pada individu dengan intoleransi laktosa, konsumsi susu dapat menyebabkan kembung, diare, dan nyeri perut.

Para ahli menyarankan masyarakat untuk membatasi asupan gula tambahan dan lebih memilih sumber gula alami dari makanan utuh agar kesehatan tetap terjaga.