Pertumbuhan wisata ramah muslim di Jawa Tengah, lanjutnya, juga sudah menjadi perhatian pemerintah pusat. Berbagai survei yang di lakukan, antara lain kuliner, perhotelan, dan wisata. Harapannya, mendongkrak wisatawan yang memang mencari tempat wisata ramah muslim.
“Banyak wisatawan mancanegara, khususnya dari Timur Tengah yang memilih spot kawasan wisata ramah muslim. Termasuk juga wisatawan dari pesantren atau pendidikan berbasis Islam akan memilih spot ramah muslim sebagai destinasi,” ujarnya.
Komitmen Pemprov Jateng dalam pengembangan pariwisata ramah muslim di Jateng tidak hanya terfokus pada destinasi. Namun, juga memperkuat ekosistem.
Adapun upaya yang dilakukan di antaranya melalui pengawasan sertifikasi halal di Rumah Potong Ayam (RPA) dan Rumah Potong Hewan (RPH), pengembangan profesi Tukang Jagal Halal (Kang Jalal), dan lainnya.
Hal ini sejalan dengan 11 program prioritas Ahmad Luthfi – Taj Yasin, yakni, melahirkan ekosistem ekonomi syariah melalui penguatan regulasi dan pengembangan wisata ramah muslim. (**)


