Pemprov Jateng Proyeksikan Label Hotel Ramah Muslim

Wujudkan Wisata Halal

SEMARANG, smpantura – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tengah mengakselerasi pengembangan destinasi wisata ramah muslim guna merespons tren kenaikan jumlah pelancong yang memprioritaskan kemudahan ibadah serta jaminan kuliner halal dan lingkungan yang tertata.

Hal itu di katakan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen, mewakili gubernur Jateng Ahmad Lithfi, usai menerima audiensi Gerakan Enterpreneur Ekonomi Muslimah Indonesia (GEEMI), di ruang kerjanya, Selasa, 6 Januari 2026.

“Pemprov sedang memproyeksikan perhotelan untuk pemenuhan wisata ramah muslim ini dengan pemenuhan syarat mendasar. Yakni, sama sekali tidak menyediakan makanan dan minuman non halal, tidak menyediakan minuman alkohol, kelengkapan fasilitas ibadah, bahkan kolam renang terpisah antara laki-laki dan perempuan,”kata Taj Yasin.

Nantinya, juga akan ada label khusus bagi hotel ramah muslim tersebut.

BACA JUGA :  Ahmad Luthfi Wujudkan Pembangunan 9 Sekolah dan Renovasi 1.558 Ruang Kelas di Jateng

“Label nanti juga ada, misalnya sudah memenuhi kelayakan ramah muslim atau belum,” kata Gus Yasin, sapaan akrabnya.

Di sampaikan, Pemprov juga terus mengembangkan spot kawasan ramah muslim di sejumlah daerah. Meskipun belum keseluruhan, namun sudah ada beberapa daerah yang berkomitmen untuk mengembangkan spot wisata ramah muslim ini.

“Ada beberapa kawasan yang kita kembangkan sebagai spot wisata ramah muslim, seperti Tawangmangu, yang saat ini sudah bagus, mapan infrastrukturnya, termasuk oleh-oleh, kafe, kuliner ramah muslim sudah tertata dengan baik,” katanya.

Spot Baru

Pengembangan spot Tawangmangu itu, di harapkan dapat menjadi pilot untuk daerah yang lain. Di antaranya, Ungaran, Magelang, Wonosobo, dan Kota Semarang.