Selain difasilitasi transportasi hingga ke daerah asal, para warga terdampak juga menerima bantuan sembako dari BNPB serta uang saku dan modal usaha dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana.
“Secara umum kondisi warga dalam keadaan sehat. Kami berharap perjalanan lancar dan seluruh warga bisa segera berkumpul kembali dengan keluarga di kampung halaman,” kata Sarido.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam memberikan perlindungan dan keselamatan bagi warga Jawa Tengah di mana pun berada, termasuk mereka yang merantau dan terdampak bencana alam.
“Semuanya kita bantu. Dari transportasi sampai bantuan modal usaha agar mereka bisa memulai kembali kehidupan di daerah asal masing-masing,” ujar Ahmad Luthfi.
Salah satu warga terdampak, Yanti, warga Majenang, Kabupaten Cilacap, yang dipulangkan bersama suaminya Cardianto, mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah. Selama hampir tiga pekan berada di lokasi bencana dan pengungsian, mereka mengalami ketidakpastian dan kecemasan.
“Alhamdulillah kami bisa dipulangkan dengan selamat. Selama di pengungsian kebutuhan makan tercukupi. Waktu kejadian kami langsung turun ke Takengon,” kata Yanti.
Cardianto menambahkan, dirinya telah bekerja sebagai penderes getah pinus di Aceh Tengah selama tujuh tahun. Ia berterima kasih atas bantuan yang diberikan sehingga dapat kembali ke kampung halaman.
“Senang bisa dibantu pulang. Ke depan belum tahu akan bekerja apa, karena kondisi di sana juga belum pulih dan akses masih tertutup longsor,” ujarnya. (**)


