Slawi  

Pemkab Tegal Akan Relokasi 24 Rumah Warga dan Lakukan Penyodetan 

SLAWI, smpantura – Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman bersama sejumlah kepala OPD, Baznas Kabupaten Tegal dan Pemerintah Kecamatan Lebaksiu meninjau permukiman warga yang terdampak tanah bergerak di Dukuh Blimbing, Rt 03 dan 04, Rw 09, Desa Kajen, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Jumat (30/1/2026).

Bupati berkeliling mengecek rumah warga yang dinding dan lantainya mengalami retak termasuk ke Masjid Baitul Mutaqin yang sebagian dindingnya mengalami retak.

Sesuai penuturan Kepala Desa Kajen M Khalimi, kejadian tanah bergerak di RW 09 Desa Kajen terjadi sejak lima tahun lalu dan kondisinya semakin memprihatinkan. Wilayah yang terdampak tanah bergerak semakin luas dan jumlah rumah yang terdampak semakin banyak.

“Melihat kondisi tebing yang tingginya 30 meter sampai 50 meter, jika di lakukan penanganan infrastruktur membutuhkan biaya yang sangat besar. Estimasi dari Dinas PUPR dan BPBD Kabupaten Tegal, biaya yang di butuhkan mencapai Rp 50 miliar,” tutur Bupati Ischak.

BACA JUGA :  Inilah Fasilitas Gedung PA Slawi Yang Akan Diresmikan Kamis Ini

Hasil kunjungan tersebut, ada dua rencana yang akan di lakukan untuk menanggulangi bencana tersebut. Yakni relokasi terhadap 24 rumah warga yang berada di sebelah Timur jalan dan di lakukan penyodetan Sungai Gung.

Bupati menyampaikan, tanah relokasi akan diadakan secara swadaya dan kepala desa di minta segera mempersiapkan administrasi terkait hal tersebut.

Pemkab Tegal juga akan mengusulkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar mendapat bantuan hibah rehabilitasi rekonstruksi (RR).

“Nanti ada bantuan huntap (hunian tetap) agar masyarakat bisa menempati rumahnya lebih aman, ketimbang di sini tidak aman, tidak nyaman, risikonya tinggi kalau malam tiba-tiba banjir, saya khawatir,” tutur Bupati Ischak.