Slawi  

Pembukaan Lahan Baru Masih Terjadi di Lereng Gunung Slamet

Pemerintah Diharap Segera Bertindak

SLAWI, smpantura – Pembukaan lahan baru di lereng Gunung Slamet masih di temukan.

Hal ini terungkap dalam tinajuan yang di lakukan Relawan Aliansi Masyarakat Peduli Hutan Lindung bersama Dinas Kehutanan Provinsi Jateng. Dan masyarakat Guci dan perwakilan Ansor Ranting Guci ke hulu Daerah Aliran Sungai ( DAS) Clirangan, Gunung Slamet, pada Selasa (30/12/2025).

Peninjauan di lakukan menyusul banjir bandang yang menerjang Sungai Gung Guci termasuk Pancuran 13. Dalam tinjauan tersebut, tidak di temukan kerusakan hutan di kawasan Guci. Namun, saat naik lebih ke atas, tepatnya di Bukit Igir Tipis di kawasan Mut Rimpak Sawangan, Kecamatan Bumijawa, mereka menemukan masih adanya garapan-garapan lahan pertanian semusim.

Saat di lokasi tersebut, mereka juga melihat aktivitas petani yang masih sibuk bekerja di lahan garapannya.

Rombongan mencapai lokasi tersebut, melalui jalur pendakian Permadi yang terhubung ke hulu DAS Clirangan.

BACA JUGA :  Sukses Kelola Lahan Pertanian, Empat Siswa SMK Negeri 2 Slawi Raih Beasiswa Petani Milenial Tersenyum

Salah satu relawan yang juga perwakilan dari Desa Guci Mai mengungkapkan, selain lahan yang sudah di tanami, mereka juga menemukan lahan garapan baru yang sedang di buka dan akan di tanami sayur mayur.

Kondisi Lereng

Kondisi ini sangat memperihatinkan. Karena lereng dengan kecuraman sekitar 45 derajat masih saja di rambah tidak memikirkan dampak ke depan.

“Semoga ada ketegasan dari pemerintah. Karena kami warga Guci yang terdampak,” sebutnya.

Ia berharap, bagian lereng di atas Guci sepanjang Igir Cowet, lereng Mut dan garapan-garapan di sepanjang lereng di atas Guci bisa segera di tutup untuk mencegah kerusakan hutan.

Salah satu penggarap lahan, Tirto, mengakui bahwa aktivitas pertanian di lereng gunung dapat memicu bencana. Dan berharap pemerintah dapat mencari solusi untuk warga yang bergantung pada lahan tersebut.