Menurut Duong, model pendidikan tersebut menitikberatkan pada capaian kompetensi lulusan. Dan kesesuaian dengan kebutuhan masyarakat serta pembelajaran sepanjang hayat.
Duong menjelaskan bahwa pendidikan berbasis kompetensi mampu menjawab tantangan ketimpangan layanan kesehatan dan fragmentasi disiplin ilmu.
Duong juga menekankan lima pilar utama layanan kesehatan primer. Yakni diagnosis dan terapi yang tepat, penanganan tepat waktu, akses layanan di tempat yang sesuai, tenaga kesehatan yang kompeten serta pengalaman pasien yang aman dan nyaman.
“Tantangan global ke depan semakin besar. Dengan seiring meningkatnya populasi lansia dan kekurangan tenaga kesehatan dunia,” ujar Duong.
Di tambahkan Duong, sistem layanan kesehatan primer yang kuat terbukti berkorelasi dengan hasil kesehatan yang lebih baik. Dan memiliki biaya yang lebih rendah serta keadilan kesehatan yang lebih merata. (**)


