“Kami tampung dulu aspirasinya. Soal kebijakan nanti ada di pimpinan. Harapannya proses ini bisa berjalan lancar,” katanya.
Rifialda juga menjelaskan bahwa area yang akan di sterilkan merupakan jalur penting. Untuk akses keluar masuk distribusi BBM serta jalur sambungan kereta menuju Depo Tegal.
“Wilayah itu rencananya di pakai untuk akses BBM dan sambung kereta Depo Tegal,” terangnya.
Sementara itu, warga berharap adanya kebijakan yang mempertimbangkan kondisi sosial di lapangan.
Selain nilai kompensasi, sebagian warga juga mengusulkan agar pelaksanaan pembongkaran tidak di lakukan terlalu dekat dengan momentum Lebaran dan tahun ajaran baru. (**)


