Rudy menyebutkan, hal ini yang diharapkan olehnya. Sesuai ketentuan, koperasi harus melaksanakan RAT pada Januari sampai Maret. Namun, kenyataan di lapangan banyak yang melaksanakan setelah Maret.
Menurut Rudy, Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan telah melaksanakan monitoring, evaluasi perkembangan kegiatan KPTR Sumber Manis dari tahun ke tahun.
Berdasarkan catatan 2024 dan 2025 kinerja KPTR Sumber Manis mengalami kenaikan. Dari sisi aset naik 3,94 persen atau Rp 95,8 juta , omzet naik 14,57 persen atau Rp 31,1 juta, jumlah modal sendiri naik 3,77 persen atau Rp 90,8 juta dan jumlah sisa hasil usaha (SHU) naik 8,53 persen atau Rp 1,96 juta. Bahkan jumlah anggota naik 12,07 persen atau 7 orang.
Pihaknya juga telah melaksanakan penilaian kesehatan kinerja KPTR Sumber Manis di tahun 2025 untuk tutup buku 2024. Ada empat kriteria yang di nilai, meliputi tata kelola termasuk kategori sehat, profil risiko kategori sehat, kinerja keuangan masih perlu di tingkatkan, dan permodalan dalam kategori cukup sehat. Akumulasi penilaian kesehatan masuk 73,97 atau masuk kategori cukup sehat.
“Harapannya RAT tahun depan, naik satu level ke level tertinggi yakni di kategori sehat,”sebutnya.
KPTR Sumber Manis memiliki sejumlah bidang usaha di antaranya jasa penyaluran dan bergulir, pendapatan gula pasir, dan pupuk. Lalu pendapatan jasa/sewa tractor, grabloader, truk, tanah sawah dan jasa bank. Total pendapatan selama 2025 sebesar Rp 244.898.111. (**)


