Selain itu, keterbatasan jatah bahan bakar minyak atau BBM juga menjadi kendala. Dalam satu pekan, setiap armada hanya mendapat satu kupon BBM sebanyak 10 liter. Dan di nilai belum mencukupi kebutuhan operasional harian.
“Kita dapat jatah satu kupon untuk satu minggu, ditukar 10 liter BBM. Tapi seringnya kurang, jadi harus nombok 1-2 liter. Pernah juga mogok di jalan karena kehabisan BBM,” ungkap Sugeng.
Sugeng menyebut, kondisi tersebut tidak hanya menghambat efektivitas pengangkutan sampah, tetapi juga berisiko terhadap keselamatan petugas di lapangan serta mempercepat kerusakan armada.
Para petugas berharap, ada perhatian serius terkait perbaikan akses jalan menuju TPA Bokong Semar, sekaligus evaluasi dukungan operasional agar pelayanan kebersihan di Kota Tegal dapat berjalan optimal. (**)


