“Jadi yang baru membayar hari ini tidak akan langsung dapat. Harus antre lama karena memang armada pengiriman pupuk sangat kurang memadai. Harus diperbamyak armadanya,” terangnya.
Ketua KUD Wanasari selaku distributor pupuk wilayah Kecamatan Bulalamba, Juwari menjelaskan, penyebab masalah tersebut karena jadwal tanam padi di lakukan hampir bersamaan. Khusus wilayah pantura Bulakamba, mengalami peningkatan cukup tinggi. Meski ada kenaikkan permintaan, stok pupuk untuk petani sangat cukup. Antrean itu bukan karena adanya kelangkaan.
“Memang terjadi peningkatan luar biasa. Ini disebabkan mereka menanam padi hampir bersamaan. Antran ini bukan kelangkaan, stok pupuk sangat cukup untuk para petani,” terangnya.
Juwari mengaku, memang kekurangan armada. Pihaknya saat ini hanya memiliki 3 truk dengan kapasitas masing masing 8 ton. Sedangkan dalam sehari, tiap armada hanya bisa mengangkut maksimal 3 rit.
“Kami ada 3 truk dan sangat kurang. Jadi imbasnya kurang maksimal dalam pengiriman ke kios kios,” ungkapnya.
Untuk membantu meningkatkan pengiriman, lanjut dia, KUD Wanasari sudah menambah 2 unit truk dengan sistem sewa. Namun dengan kondisi tersebut tetap masih belum bisa memenuhi permintaan tiap kios.
“Dengan tambahan armada, dalam sehari bisa menambah distribusi pupuk jadi 50 ton ke kios,” pungkasnya. (**)


