BREBES, smpantura – Para petani di Kabupaten Brebes sudah sebulan terakhir, terpaksa harus antre untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Parahnya, mereka harus menunggu hingga berhari-hari untuk mendapatkan pupuk subsidi ini.
Hal itu terjadi di duga akibat keterlambatan distribusi pupuk dari distributor ke kios. Antrean petani ini hampir terjadi di semua Kios Pupuk Lengkap (KPL). Salah satunya, di Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba, Brebes.
Rahmat (63), salah satu petani warga Kluwut mengaku, sudah membayar untuk dua jenis pupuk subsidi. Yakni, Urea dan Phonska. Pembayaran pada 2 Januari lalu. Namun sampai hari ini belum mendapatkannya.
“Sudah bayar sejak 2 Januari. Tiap hari harus antre di sini sampai tanaman padi saya tinggal, tidak pernah di kontrol. Kalau tidak antre nanti di serobot orang,” ungkapnya di sela antrean di Kios Pupuk Desa Kluwut.
Petani lain, Eni (59) juga mengalami hal sama. Demi dapat pupuk Urea dan Phonska, harus datang pagi tiap hari. Menurut dia, untuk dapat jatah, sudah membayar dari tanggal 3 Januari.
“Harus dibela belain antre pagi pagi. Kalau tidak di pupuk pertumbuhan padi tidak maksimal, hasilnya sedikit,” ucapnya.
Admin Kios Pupuk Lengkap Brebes Putra, Agus mengatakan, antrean petani terjadi karena keterlambatan distribusi pupuk dari distributor ke kios. Permintaan pupuk tiap hari rata rata 50 ton. Sedangkan pengiriman pupuk dalam sehari hanya tiga kali.
“Tiap hari hanya tiga kali kiriman. Padahal kebutuhan banyak. Tiap hari 50 ton. Sementara tiap kali kirim untuk satu armada hanya 8 ton. Jadi sehari hanya 24 ton untuk tiga kali kirim,” jelasnya.
Agus meminta, agar distributor menambah armada untuk mempercepat distribusi pupuk. Mengingat permintaan pupuk dari petani sangat banyak setiap harinya.


