Namun, Pangeran Benowo pergi ke barat, bertentangan dengan pesan yang tertulis dalam suratnya. Dari hari ke hari, bulan ke bulan rombongan pencari Pangeran Benowo masuk kampung keluar kampung mendatangi setiap pesantren serta menghubungi setiap ustad untuk mencari informasi tentang keberadaan pangeran Benowo, tetapi tidak di temukan juga.
Karena keputusasan mereka dalam melacak kepergian Pangeran Benowo, maka agar dapat kembali ke Kerajaan Pajang, mereka mengambil inisiatif dan merekayasa bahwa Pangeran Benowo di anggap sudah meninggal dan di buatnya makam tiruan. Kemungkinan inilah yang mengakibatkan makam Pangeran Benowo ada di mana-mana.
Demikian pula seperti halnya nasib rombongan Ki Gede Sebayu yang turut melacak kepergian Pangeran Benowo kearah barat. Sampailah ia di daerah Pemalang dan melanjutkan perjalannya ke barat, karena tidak berhasil juga menemukan Pangeran Benowo maka Ki Gede Sebayu memutuskan untuk mengakhiri perjalananya dan menetap di daerah Tetegal sampai akhir hayatnya.
Jati Diri
Melanjutkan kisah perjalanan Pangeran Benowo ke barat. Pangeran Benowo yang menyamar sebagai Benawi menyelusuri jalan setapak masuk kampung keluat kampung dengan tujuan mencari jati diri dan makna hidup yang hakiki.
Setelah sampai di daerah Kendal, Benawi berhenti, kemudian di hampirinnya gubug kosong untuk beristirahat.
Di lansir dari wisatategalbahari.blogspot.com, kisah Pangeran Benowo di Tegal yang makamnya berada di daerah Balamoa, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, selain belajar dari Sunan Kudus dan Sunan Kalijaga, Pangeran Benowo juga berguru ke di Pondok Pesantren Kendal yang di asuh oleh Kyai Tekuk Penjalin. Atas nasehat dari gurunya itu, Pangeran Benowo di sarankan untuk berguru kepada seorang Kyai yang mempunyai ilmu Agama Islam yang lebih tinggi yaitu Kyai Jinten. Oleh karena itu, Pangeran Benowo pergi ke daerah Balamoa untuk berguru kepada Kyai DJinten dan diangkat menjadi anak. Pangeran Benowo diajarkan ilmu agama Islam dan ilmu bertani. Akhirnya Pangeran Benowo di percaya sebagai penerus untuk mengelola pondok pesantren. Pondok Pesantren berkembang dengan pesat dengan bimbingan Pangeran Benowo sehingga masyarakat Balamoa merasa terayomi. Di bidang pertanian juga mengalami kemajuan dengan hasil pertanian yang meningkat. Pangeran Benowo juga sebagai pelopor untuk pemberian nama daerah yaitu Desa Kukulan dan Weleri.


