SEMARANG, smpantura – Sejumlah pemerintah daerah di Jawa Tengah mendorong pembentukan Kawasan Industri (KI) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di wilayah masing-masing. Mereka meyakini keberadaan kawasan tersebut mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan investasi asing maupun domestik, penciptaan lapangan kerja dalam jumlah besar hingga ratusan ribu orang, serta penguatan program hilirisasi industri.
Aspirasi itu mengemuka dalam sesi tanya jawab High Level Meeting bertema Sinergi Stabilisasi Harga, Akselerasi Investasi dan Digitalisasi Ekonomi untuk Mendukung Jawa Tengah sebagai Provinsi Berkelanjutan yang berlangsung di Hotel Gumaya Semarang, Rabu, 11 Februari 2026.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno memandu jalannya diskusi sebagai moderator. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memimpin langsung pertemuan tersebut bersama para bupati dan wali kota se-Jawa Tengah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jateng, Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Jateng, serta jajaran KERIS Jateng.
Dalam forum itu, Sumarno membuka ruang bagi para kepala daerah untuk menyampaikan usulan strategis kepada gubernur. Sejumlah bupati dan wali kota secara aktif mengajukan permintaan agar pemerintah provinsi mendorong percepatan pembentukan kawasan industri di daerah mereka guna meningkatkan daya saing dan memperkuat struktur ekonomi lokal.
Salah satunya di sampaikan Bupati Kebumen Lilis Nuryani.
“Kami berharap Kebumen bisa memiliki kawasan industri,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Tengah (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellsari, mengatakan, kawasan industri merupakan magnet investasi bagi daerah.


