Ia menjelaskan bahwa peningkatan produksi perikanan budidaya akan di lakukan melalui penggunaan benih berkualitas dan induk unggul. Lalu penerapan teknologi budidaya, pengembangan pakan mandiri, penciptaan lingkungan perairan yang kondusif, serta peningkatan kompetensi pembudidaya yang di dukung sarana dan prasarana memadai.
“Produksi perikanan budidaya harus kita dorong melalui benih dan induk unggul, teknologi, pakan mandiri, serta peningkatan kapasitas pembudidaya agar hasilnya berkelanjutan dan bernilai ekonomi tinggi,” jelas Gubernur.
Untuk perikanan tangkap, Gubernur menekankan penguatan produktivitas nelayan melalui pemanfaatan teknologi informasi terpadu, penggunaan alat tangkap ramah lingkungan, pemberian asuransi nelayan, pengembangan sarana dan prasarana pelabuhan perikanan, serta penyediaan BBM bersubsidi bagi nelayan.
“Nelayan harus kita lindungi dan kita tingkatkan produktivitasnya, mulai dari alat tangkap yang ramah lingkungan, jaminan asuransi, hingga ketersediaan BBM bersubsidi,” ujarnya.
Sementara itu, pada sektor produksi garam, Gubernur menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan menerapkan teknologi tepat guna. Antara lain penggunaan geomembran, pembangunan washing plant di Kabupaten Pati, serta rencana pembangunan washing plant di Kabupaten Brebes melalui penugasan kepada SPJT. Yang di sertai peningkatan kapasitas petambak melalui pelatihan dan pendampingan.
“Dengan teknologi tepat guna dan peningkatan kapasitas petambak. Kita harapkan kualitas, kuantitas, dan nilai ekonomi garam Jawa Tengah dapat meningkat secara berkelanjutan,” pungkas Gubernur.


