Slawi  

Jumlah Wisatawan Guci Turun Drastis, Dampak Muncul Wisata Baru dan Banjir 

SLAWI, smpantura – Jumlah pengunjung Guci, Kabupaten Tegal pada masa libur akhir tahun 2025 turun drastis dibanding tahun sebelumnya.

Penurunan drastis ini di sebabkan beberapa faktor. Selain karena banyak pilihan wisata lain, juga karena bencana banjir yang merusak Pancuran 13 Guci belum lama ini.

“Faktornya banyak. Saat ini banyak destinasi wisata baru. Dan khusus Guci, karena ada peristiwa banjir bandang yang cukup viral saat itu. Sehingga sangat berpengaruh,” terang Kepala Disporapar Kabupaten Tegal Akhmad Uwes Qoroni melalui Adiyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Bidang Pariwisata Disporapar Kabupaten Tegal, Arum Setiyowati, Senin (5/1/2026).

Arum menuturkan, DTW Guci yang terkenal dengan pemandian air panas, kini tak masuk daftar Top 10 Daya Tarik Wisata.

Penurunan kunjungan wisatawan juga di alami oleh dua objek wisata yang di kelola Pemkab Tegal. Yakni DTW Waduk Cacaban dan DTW Pantai Purwahamba Indah (Purin).

BACA JUGA :  Bongkar Pasang Tenda Dalam Waktu Singkat, Kwarcab Tegal Raih Juara 3 Penggalang Cakap

Jumlah Pengunjung

Arum mengatakan, kunjungan wisatawan di Guci Tegal selama libur Nataru, mulai 20 Desember 2025 sampai 1 Januari 2026, tercatat 23.646 orang.

Sedangkan Waduk Cacaban di kunjungi 3.031 orang dan Pantai Purwahamba Indah di kunjungi 806 orang.

Arum menyebutkan, di libur akhir tahun 2025, Guci kalah populer dengan DTW Kota Lama Semarang. Yang menduduki posisi teratas DTW paling banyak di kunjungi wisatawan di Jateng.

Bahkan, menurut Arum, jumlah pengunjung dari tiga DTW di Kabupaten Tegal tidak mampu bersaing dengan wisata Kota Lama Semarang dan sembilan tempat wisata lainnya.

Top 10 DTW paling di minati di Jateng selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yakni, Kota Lama Semarang, di kunjungi 182.954 orang. Lalu Taman Wisata Candi Prambanan, di kunjungi 142.213 pengunjung, dan Masjid Agung Demak, di kunjungi 114.280 wisatawan.