Brebes  

Jalur Selatan Berpotensi Jadi Titik Kemacetan Nataru di Brebes

Foto : smpantura.news/ dok RAWAN MACET : Simpang tiga jalur lingkar Bumiayu di Talok ini menjadi salah satu titik potensi kemacetan saat arus mudik dan balik Nataru, di jalur selatan Brebes.

BREBES, smpantura – Dari hasil pemetaan jajaran Polres Brebes, jalur selatan Kabupaten Brebes di ruas Bumiayu-Purwokerto menjadi titik potensi kemacetan saat arus mudik dan balik Natal Tahun Baru (Nataru) 2026. Jalur ini juga menjadi sorotan Utama, saat Kegiatan Latihan Pra Operasi (Lat Pra Ops) Lilin Candi 2025, kemarin, di Mapolres Brebes.

Selain jalur selatan, titik potensi kemacetan yang menjadi sorotan, yakni tempat wisata. Kasat Lantas AKP Ahmad Zainurrozaq mengatakan, guna mengantisipasi potensi kemacetan, jajarannya menyiapan Tim Urai. Tim ini beranggotakan 40 personel, dan nantinya tersebar di empat titik krusial.

“Yakni, Jalur Pantura, Jalur Tengah, Jalur Selatan, dan Ruas Jalan Tol,” katanya.

Dia mengatakan, puncak arus mudik Natal kali ini di perkirakan terjadi pada 20 Desember 2025. Sedangkan puncak arus balik Tahun Baru 2026 di prediksi terjadi pada 4 Januari 2026.

BACA JUGA :  Wali Murid Lapor Bupati Ada Sumbangan Rp 50.000 per Siswa di SMPN 2 Kersana

Kabag Ops Polres Brebes, Kompol Suraedi mengatakan, Operasi Lilin Candi 2025 berlangsung selama 14 hari. Terhitung mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Operasi ini juga mengedepankan kegiatan preventif dan preemtif. Untuk pengamanan, nantinya akan ada 16 titik pos.

“Kalau personel, kami mengerahkan 310 personel,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, 16 pos pengamanan itu meliputi 1 Pos Terpadu, 6 Pos Pengamanan (Pospam) Jalur dan 3 Pos Pelayanan (Posyan). Kemudian, 5 Pospam Gereja, serta 1 Pospam Obyek Wisata dengan 6 Subpospam.

“Selain itu, kami petakan juga sejumlah potensi gangguan kamtibmas. Mulai dari dinamika politik, isu ekonomi hingga kewaspadaan terhadap aksi terorisme,” pungkasnya. (**)