SLAWI, smpantura – Jalan Dukuh Clirit, Desa Kalibakung, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal kembali amblas setelah di guyur hujan pada Selasa malam (10/2/2026). Amblasnya akses jalan menuju wisata Guci itu mencapai 50 centimeter. Namun, kini jalan tersebut sudah bisa di lalui kendaraan.
Amblasnya jalan Clirit yang kerap terjadi tiap lima tahun sekali itu, berada di dua lokasi. Lokasi pertama di tikungan sebelum wisata Kalimus, dan lokasi kedua di jalan menanjak pertigaan Clirit menuju Guci dan wisata Clirit View.
Kondisi itu terjadi karena hujan ringan pada Selasa (10/2/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Hujan berlangsung sampai sekira pukul 18.00 WIB yang semakin deras.
Jalan Clirit mulai ambles pada Selasa (10/2/2026) sekitar pukul 20.30 WIB. Awalnya terjadi pergerakan tanah dengan kedalaman kurang lebih 30 cm. Kemudian pergeseran kedua terjadi pada Rabu (11/2/2026) dini hari sekira pukul 01.00 WIB dengan kedalaman bervariasi antara 30 cm sampai 50 cm.
Kejadian retakan jalan yang di ketahui langsung di tangani Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Tegal. DPUPR mengerahkan satu unit alat bego untuk menimbulkan dan meratakan jalan yang amblas.
Di lokasi warga di bantu personel TNI-Polri mengatur lalu lintas agar tetap aman dan bisa di lewati. Banyak kendaraan baik sepeda motor ataupun mobil yang kesulitan saat hendak melewati jalan ambles. Namun, petugas dengan sigap ikut membantu kendaraan yang tidak kuat nanjak.
“Ada tujuh titik akses jalan yang ambles atau mengalami pergeseran tanah. Dengan kedalaman bervariasi mulai 30 cm sampai 50 cm,” kata saksi mata di lokasi jalan ambles, Babinsa Desa Kalibakung Koramil 17 Balapulang Kodim 0712 Tegal, Sertu Krisbiantoro saat di temui di lokasi, Rabu siang (11/2/2026).
Peristiwa Sebelumnya
Kepala Desa Kalibakung, Mujiono menjelaskan, peristiwa jalan ambles di Clirit terjadi lagi setelah terakhir kali pada Februari 2021. Jalan di lokasi itu, terjadi amblas setiap lima tahun sekali. Amblasnya jembatan juga di titik yang sama di tahun-tahun sebelumnya.


