Pada 27 Mei 1960, militer melakukan kudeta. Menderes di tangkap, di adili di Pulau Yassıada dalam proses yang banyak dikritik sebagai politis, dan akhirnya dieksekusi pada 17 September 1961. Seorang perdana menteri yang dipilih rakyat berakhir di tiang gantungan.
Isra Mikraj tahun ini memberi konteks reflektif pada kisah tersebut. Peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW ke Sidratul Muntaha mengajarkan bahwa iman kerap berhadapan dengan kekuasaan duniawi. Azan—yang lahir dari perintah shalat—bukan sekadar ritual, tetapi penanda kebebasan spiritual.
Tiga dekade setelah eksekusi Menderes, negara Turki merehabilitasi namanya dan mengakui kesalahan sejarah. Namun pelajaran terpenting tetap relevan hingga hari ini: ketika negara terlalu jauh mengatur iman, konflik tak terhindarkan.
Azan yang kembali menggema di Turki bukan hanya kemenangan agama, melainkan pengingat bahwa suara langit tidak pernah bisa dibungkam selamanya. **


