Inilah Cara Unik Petani Desa Bulusari Usir Hama Tikus

BREBES, smpantura – Petani di Desa Bulusari, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, mempunyai cara unik untuk mengusir hama tikus. Hama ini sekarang tengah menyerang tanaman petani di desa tersebut. Mereka tidak menggunakan obat pembasmi hama, tetapi justru menggelar kesenian tradisional Jaran Lumping.

Hal ini seperti yang di lakukan para petani Desa Bulisari, Bulakamba, Sabtu (10/01). Mereka percaya paggelaran Jaran Lumping akan mengusir hama tikus yang menyerang tanamannya. Areal pertanian di Desa Bulusari mencapai 320 hektar, yang di miliki oleh sekitar 700 petani.

Pertunjukan Jaran Lumping itu melibatkan penari jaran lumping dengan iringan musik khas yang menghasilkan suara keras dengan iringan musik dan lagu tarling pesisiran. Suara alunan musik di areal persawahan, di yakini petani mampu mengusir tikus. Itu karena menimbulkan getaran dan kebisingan yang tidak di sukai hama tersebut. Sementara sebagian petani lainnya, yang berhasil menangkap sejumlah tikus-tikus di area sawah, di masukan dalam kendang. Tikus yang di tangkap itu kemudian di arak mengitari pematang sawah. Setelah itu, oleh para petani dibuang ke dalam air sungai.

BACA JUGA :  Asal-Usul Desa Lembasari Tegal dan Misteri Makam Mbah Jeneng

Kepala Desa Bulusari, Saefudin Trirosanto mengatakan, cara unik mengusir hama tikus oleh petani di desanya itu bukan hanya sekedar hiburan belaka. Melainkan juga sebagai bentuk melestarikan kesenian lokal Jaran Lumping.

“Secara filosofi, Jaran Lumping diyakini sebagai simbol atau segel kekuatan yang pada masa lampau di gunakan untuk mengusir penjajah. Keyakinan ini kemudian di wariskan dan di maknai oleh para petani hingga sekarang,” jelasnya.

Menurut dia, dalam prosesinya ada ritual doa bersama menjelang musim tanam. Unsur spiritual melalui pertunjukan Jaran Lumping di yakini mampu mengusir hama. Khususnya tikus agar kembali ke habitatnya. Simbolisasi itu di tunjukkan dengan membawa tikus, dan kemudian membuangnya ke aliran sungai.