Imlek Tinggal Sebulan, Pengusaha Kue Keranjang di Tegal Masih Sepi Pesanan

Perajin kue keranjang Sido Makmur, Mindayani Wirdjono, saat memproduksi varian rasa original yang membutuhkan proses sekitar 12 jam, Senin 12 Januari 2026.

TEGAL, smpantura – Menjelang perayaan tahun baru Imlek 2026, penjualan kue keranjang di rumah industri Sido Makmur Kota Tegal, belum menunjukkan peningkatan signifikan.

Sejumlah pengusaha kue musiman mengaku masih sepi pesanan, salah satunya perajin kue keranjang legendaris, Mindayani Wirdjono (85).

Pemilik nama mandarin Oey Tong Gwat tersebut mengungkapkan, hingga satu bulan menjelang Imlek, jumlah pesanan kue keranjang masih jauh di bawah ekspektasi.

Kondisi ini berbeda di banding tahun-tahun sebelumnya yang biasanya sudah di penuhi pesanan dari berbagai daerah.

“Sekarang ini sepertinya lagi sepi semua. Jadi bikinnya ya secukupnya saja. Agak ragu juga, karena pesanan belum banyak masuk, padahal Imlek sudah dekat,” ujar Mindayani, Senin 12 Januari 2026.

Mindayani mengatakan, pada tahun-tahun sebelumnya, pesanan kue keranjang sudah ramai sejak sebulan sebelum Imlek. Pelanggan datang dari berbagai kota seperti Semarang, Surabaya hingga Jakarta. Namun, pada Imlek tahun ini, permintaan di nilai masih lesu.

BACA JUGA :  340 Alfaexpress Siap Penuhi Kebutuhan Pemudik

Kenaikan

Selain sepinya pesanan, Mindayani juga menghadapi persoalan lain, yakni kenaikan harga bahan baku. Beberapa bahan utama seperti tepung, gula, ketan hingga kakao mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.

Menurut Mndayani, harga tepung yang sebelumnya Rp 17.500 per kilogram kini naik menjadi Rp 19.000 per kilogram. Sementara harga gula juga mengalami kenaikan menjadi Rp 15.500 per kilogram.

Kenaikan paling tajam terjadi pada bahan kakao yang harganya melonjak hampir tiga kali lipat di bandingkan sebelumnya.

“Sekarang pemerintah tidak impor tepung ketan, jadi harganya ikut naik. Saya juga tidak bisa menyiasati harga atau ukuran, karena pelanggan sudah terbiasa dengan harga lama. Kalau kakao, saya pakai bahan baku dari luar negeri,” jelas Mindayani.