Brebes  

Ibu korban Sempat Ditawari Uang Damai Rp 10 Juta, Pihak Sekolah : Itu Tali Asih

BREBES, smpantura – Kasus kematian seorang pelajar MTs di Brebes, terus bergulir. Di balik kasus itu, ternyata ibu korban sempat di tawari uang damai Rp 10 juta.

Tawaran ini terungkap saat mediasi antara keluarga korban dengan keluarga terduga pelaku. Pertemuan keduanya di fasilitasi pihak sekolah.

Ibu korban, Siti Royanah (42) menuturkan, beberapa hari berselang setelah kepergian korban, keluarga terduga pelaku dan sekolah datang ke rumah duka. Kedua belah pihak kemudian di mediasi oleh pihak sekolah. Dalam mediasi itu, pihak sekolah menyarankan memberikan uang damai. Namun niat itu mendapat penolakan dari keluarga korban.

“Sempat ada mediasi dengan pihak sekolah dan keluarga terduga pelaku. Keluarga terduga pelaku menawarkan uang dari Rp 5 juta. Kemudian naik menjadi Rp 10 juta. Tapi saya menolak, karena saya ingin lanjut ke jalur hukum,” kata Siti Royanah.

BACA JUGA :  Jalan Longsor, Mobil Travel Terperosok dari Tebing Setinggi 10 Meter

Siti kemudian memutuskan untuk mendatangi Polres Brebes. Guna membuat laporan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Brebes dengan di dampingi kuasa hukumnya Fery Junaidi SH

Sementara itu, pihak sekolah MTS Miftahul Ulum Rengaspendawa tempat almarhum Azka Rizki Fadholi sekolah, akhirnya buka suara soal dugaan adanya muridnya yang menjadi korban bullying di sekolahah.

Pihak sekolah menyebut, tawaran uang kepada keluarga korban dari keluarga terduga pelaku bukan uang damai. Melainkan sekedar tali asih.

“Itu inisiatif dari keluarga terduga pelaku. Barangkali untuk mengeratkan silaturahmi karena itu masih tetangga,” ujar Mustofa, guru BK MTs Miftahul Ulum Rengaspendawa, kepada wartawan.

Mustofa mengatakan, pihak sekolah juga sudah melakukan investigasi internal. Bahkan, pihak sekolah saat mendapat kabar salah satu siswanya sakit langsung membesuk ke rumah.