TEGAL, smpantura – Badan Pusat Statistik mencatat inflasi year on year (y-on-y) Kota Tegal pada Desember 2025 sebesar 2,83 persen dengan Indeks Harga Konsumen mencapai 110,61.
Inflasi tahunan tersebut di pengaruhi oleh kenaikan harga pada sembilan dari sebelas kelompok pengeluaran.
Kelompok makanan, minuman dan tembakau mencatat inflasi 4,21 persen. Sementara perawatan pribadi dan jasa lainnya melonjak hingga 12,97 persen.
Ada beberapa komoditas yang paling dominan menyumbang inflasi. Antara lain beras, daging ayam ras, cabai rawit, emas perhiasan, rokok serta sejumlah komponen biaya pendidikan dan layanan kesehatan.
Kenaikan harga komoditas tersebut di rasakan cukup signifikan oleh masyarakat pada akhir tahun.
Selain inflasi tahunan, BPS juga mencatat inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,41 persen. Sedangkan inflasi year to date (y-to-d) sepanjang 2025 berada di angka 2,83 persen.
Di sisi lain, dua kelompok pengeluaran mengalami deflasi. Yakni informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,46 persen serta rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,01 persen.
Penurunan ini antara lain di pengaruhi turunnya harga telepon seluler dan tarif jasa tertentu.
BPS menyebut inflasi Kota Tegal masih relatif terkendali dan berada di bawah inflasi tertinggi di Jawa Tengah yang terjadi di Kota Semarang. (**)


