Sementara itu anggota Fraksi Partai Golkar, padmasari Mestikajati mengungkapkan hal senada. Ia mengapresiasi kinerja Gubernur dan wakilnya di tengah banyaknya bencana alam melanda Jawa Tengah. Di sisi lain, adanya pemotongan dana transfer dari pusat juga membuat ruang gerak menjadi terbatas. Meski demikian, Gubernur mampu melakukan akselerasi. Buktinya program kerja tetap berjalan baik.
Ia mengaku senang dengan adanya program perlindungan dan pemberdayaan bagi perempuan dan anak. Salah satunya adalah rumah perlindungan perempuan di tingkat bawah guna mencegah dan menangani tidak pelecehan dan kekerasan.
Terkait tanggapan negatif netizen soal gaya kepemimpinan, menurut Mesti, kinerja Gubernur tak bisa sebatas diukur dari kehadiran di masyarakat. Kinerja kepala daerah diukur dari realisasi program sebagaimana perencanaan awal bersama DPRD. “Saya lihat, saat bencana kemarin, BPBD Provinsi turun dan Dinas juga turun. Kalau omong kehadiran, secara personal tidak bisa dong terus menerus. Karena cakupan wilayah Jawa Tengah ini kan luas ya,” kata Mesti.
Ia juga mengapresiasi langkah Gubernur yang menggandeng akademisi untuk tindakan pencegahan bencana melalui riset dan penanggulangan. Sebagaimana yang dilakukan di wilayah Grobogan. (**)


