Selain itu, kata Jeni, pintu masuk Guci diminta untuk digratiskan. Terutama saat bulan puasa dengan dengan membuat kegiatan-kegiatan yang bekerjasana dengan pengelola wisata di kawasan Guci. Seperti halnya, pengajian-pengajian saat buka puasa bersama atau bekerja sama dengan PC NU Jabupaten Tegal dengan pengajian rutin yang bisa mengundang ribuan orang.
“Minimal mereka bisa menceritakan kepada masyarakat soal Guci aman. Apalagi, jika setiap yang hadir mempublikasikan di status atau media sosial masing-masing,” beber Jeni.
Ditambahkan, kegiatan penanaman pohon di lereng Gunung Slamet juga menjadi salah satu upaya yang baik. Masyarakat akan semakin yakin dengan upaya pemerintah, relawan dan masyarakat umum untuk kembali mengembalikan fungsi hutan. Bahkan, masyarakat juga juga terlihat sudah mulai sadar akan pentingnya memelihara alam di lereng Gunung Slamet.
“Kepercayaan masyarakat untuk berkunjung ke Guci harus terus meningkat. Ini upaya untuk menggairahkan wisata Guci,” pungkasnya. (**)


