Sementara itu, berdasar jenis penggunaan, kredit modal kerja sebesar 47,2 persen, kredit investasi 13,2 persen, dan kredit konsumsi 39,6 persen.
“Ini menunjukkan sinyal positif karena daya beli masyarakat tetap terjaga dan ada ekspansi usaha baru,”tuturnya.
Kredit modal kerja turun signifikan 5,6 persen yoy. Menandakan adanya kemungkinan pelaku usaha masih hati-hati dalam ekspansi jangka pendek.
Pangsa Kredit UMKM masih dominan, namun mulai menunjukkan tanda perlambatan sebesar 5,15 persen yoy.
Non UMKM justru tumbuh baik sebesar 6,9 persen. Hal ini bisa menunjukkan adanya potensi pergeseran kredit ke segmen korporasi atau adanya di versifikasi penyaluran dari perbankan.(**)


