SLAWI, smpantura – Tahun 2026, Dana Desa (DD) di Kabupaten Tegal turun drastis. Tiap desa sebelumnya bisa mendapatkan Rp1 miliar pertahun, tapi di tahun ini hanya Rp300 juta pertahun. Hal itu berimbas pada penurunan pembangunan desa.
“Tiap desa rata-rata Rp300 juta. Total DD untuk 281 desa di Kabupaten Tegal sekitar Rp101,3 miliar,” kata Kepala Dispermades Kabupaten Tegal, Teguh Mulyadi saat di mintai keterangan, Kamis (8/1/2026).
Teguh mengatakan, penurunan DD tahun 2026 berdasarkan Surat Pemberitahuan Rincian DD 2026 melalui Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIPD) yang di keluarkan Kementerian Keuangan RI pada 29 Desember 2025. Rincian DD di gunakan untuk penyusunan APBDes tahun 2026. Sedangkan, petunjuk operasional DD termuat dalam Peraturan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Permendes PDT) Nomor 16 Tahun 2025 tentang petunjuk operasional atas fokus penggunaan dana desa tahun 2026. Permendes PDT di tetapkan pada tanggal 29 Desember 2025 dan di undangkan pada tanggal 30 Desember 2025.
Kepala Dispermades yang akrab disapa TM itu, menuturkan, di bandingkan DD tahun 2026, setiap desa rata-rata mendapatkan Rp1 miliar. Total DD untuk 281 desa di tahun 2025 sebesar Rp321,8 miliar. Penurunan DD tahun 2026 mencapai 65 persen.
“Kalau kami tidak ada masalah, dan desa pun tidak ada masalah. Imbasnya ke masyarakat yang menikmati dana desa,” ujar TM.
Di tambahkan, pelaksanaan DD tahun 2025 mencapai 100 persen di seluruh desa Kabupaten Tegal. Capaian tersebut membuat Dispermades Kabupaten Tegal mendapatkan penghargaan dari Gubernur Jateng.
“Kami berharap tahun ini juga bisa 100 persen,” pungkas TM. (**)


