Batang  

Bulan Dana PMI Batang 2025 Terkumpul Rp 1,7 Miliar

Namun demikian, Faiz juga menyoroti masih adanya instansi dan wilayah dengan kontribusi rendah seperti bagian Prokompim dan BPN. Ia juga membandingkan Kecamatan Warungasem dan Kandeman yang berprestasi dengan Kecamatan Limpung yang di nilai minim kontribusi dibanding potensi ekonominya.

”Yang paling rendah ini kantor BPN. Tanahnya banyak, tapi sumbangannya sedikit. Untuk kecamatan, yang paling rendah adalah kecamatan sing wargane paling sugih-sugih (paling kaya), Kecamatan Limpung. Ini masyarakatnya kaya tetapi tidak berkorelasi positif terhadap sumbangannya. Berarti ini menyimpulkan, kaya belum tentu dermawan,” tuturnya.

Ketua Umum Panitia Bulan Dana PMI 2025, yang juga Ketua DPRD Batang, Suudi, mengakui adanya tantangan dalam pengumpulan dana tahun ini. Menurutnya, transisi sistem pelayanan dari manual ke online menjadi salah satu kendala teknis pemungutan.

BACA JUGA :  Hari Pertama Masuk Kerja, Kemenag Batang Gelar Halal Bihalal

”Tidak terpenuhinya target tersebut di sebabkan karena menurunnya potensi penyumbang, khususnya pada sektor ASN yang mutasi dan pensiun. Selain itu ada perubahan sistem pelayanan menjadi online,” ujarnya.

Untuk tahun 2026 mendatang, tongkat estafet Ketua Umum Panitia Bulan Dana PMI akan diserahkan kepada Komandan Kodim 0736/Batang. (**)