SLAWI, smpantura – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tegal meresmikan Taman Ketahanan Pangan di Halaman depan BPKAD setempat, Jumat (2/1/2026). Selain itu, BPKAD juga gelar refleksi tahun 2026.
Peresmian di tandai dengan penandatanganan Plakat Taman Ketahanan Pangan BPKAD dan peninjauan fasilitas taman. Kegiatan peresmian di hadiri oleh semua pejabat struktural dan staf BPKAD serta anak-anak magang.
Dalam sambutannya, Kepala BPKAD Kabupaten Tegal, Bangun Nuraharjo menyampaikan bahwa taman ini di rancang tidak hanya sebagai penghijauan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran dan penguatan kebersamaan di lingkungan kerja. Taman Ketahanan Pangan BPKAD di lengkapi kolam ikan hias dan kolam ikan lele dan instalasi hidroponik. Serta area budidaya tanaman sayuran dan buah sebagai upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus edukasi pemanfaatan lahan secara produktif.
Di jelaskan, konsep taman menggabungkan kegiatan budidaya perikanan dan pertanian. Kolam ikan lele menjadi sumber protein, sementara hidroponik menghasilkan sayuran yang lebih higienis dan efisien. Sejumlah tanaman sayuran seperti kangkong, tomat, cabai serta buah seperti mangga, jambu, rambutan, kelengkeng, jeruk di tanam menyesuaikan kondisi lahan dan kebutuhan.
“Taman Ketahanan Pangan ini kita bangun agar lahan yang ada menjadi lebih bermanfaat. Ada kolam ikan hias dan lele, ada hidroponik, serta tanaman sayur dan buah. Harapannya bisa mendukung pola hidup sehat sekaligus memberi contoh praktik ketahanan pangan yang sederhana,” ujar Bangun Nuraharjo.
Ruang Pantry
Selain sarana budidaya, Kepala BPKAD Kabupaten Tegal juga merencanakan pembangunan ruang “Pantry” sebagai tempat mengolah hasil panen. Ruangan ini akan di gunakan untuk kegiatan memasak bersama dengan bahan utama dari ikan lele dan hasil hidroponik.


