TEGAL, smpantura – BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang mengeluarkan peringatan kewaspadaan potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Jawa Tengah pada periode 1 hingga 3 Januari 2026. Masyarakat di imbau meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi akibat intensitas hujan yang meningkat.
Dalam siaran pers resmi yang di rilis pada 31 Desember 2025, BMKG menyebutkan bahwa kondisi atmosfer terkini menunjukkan adanya gangguan. Yang berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang. Ada beberapa faktor yang memengaruhi kondisi tersebut. Di antaranya hangatnya suhu permukaan Laut Jawa yang meningkatkan suplai uap air dan aktivitas gelombang atmosfer. Hingga kelembapan udara yang relatif basah di berbagai lapisan ketinggian.
Selain itu, terdeteksi pula bibit siklon tropis 90S di Samudra Hindia barat daya Pulau Jawa. Yang menyebabkan terbentuknya belokan dan pertemuan angin di wilayah Jawa Tengah. Kondisi ini mendukung pertumbuhan awan konvektif jenis Cumulonimbus yang berpotensi memicu cuaca ekstrem.
BMKG merinci wilayah terdampak berbeda setiap harinya. Pada Kamis, 1 Januari 2026, potensi hujan lebat diperkirakan terjadi di Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Cilacap, Banyumas, hingga Boyolali. Pada Jumat, 2 Januari 2026, wilayah terdampak meluas mencakup Kendal, Kota Semarang, Demak, Kudus, Pati, hingga Karanganyar. Sementara pada Sabtu, 3 Januari 2026, potensi cuaca ekstrem masih mengancam wilayah barat dan selatan Jawa Tengah.
BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada namun tidak panik. Dengan menghindari aktivitas di daerah rawan banjir, longsor, serta menjauhi pohon besar dan bangunan berisiko saat hujan lebat. Pemerintah daerah juga di minta aktif menyebarluaskan informasi peringatan dini. Guna meminimalkan dampak bencana bagi masyarakat. (**)


