DEMAK, smpantura – Program beasiswa santri dan pengasuh pesantren tahun 2026 yang di luncurkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendapat respons positif dari sejumlah pengasuh pondok pesantren.
Pimpinan Pondok Pesantren Al Maghfur, Nyai Azizah Masruchan, menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan tersebut. Ini karena biaya pendidikan pada jenjang sarjana (S1) hingga magister (S2) di nilai cukup tinggi.
“Untuk meneruskan pendidikan S1, S2, biaya tidak sedikit, kalau tidak mampu, pasti putus belajar. Saya sangat mendukung program ini. Ini karena akan mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar dia. Saat Pengajian Umum dalam Rangka Memperingati Haul Simbah KH Masruchan Ihsan. Dan Nyai Hj Mahsun Muhdlor, di Ponpes Al Maghfur, Mranggen, Kabupaten Demak, Sabtu, 7 Februari 2026.
Dia mengatakan, para santri sangat bagus jika melanjutkan pendidikan tingkat tinggi dengan bidang pengetahuan umum. Pasalnya, santri sudah memiliki dasar pendidikan agama yang baik.
“Beasiswa ini sangat bagus, karena pada masa yang akan datang, pemerintah membutuhkan orang yang cerdas dan berkualitas,” ucapnya.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen, mengajak para santri dan pengasuh pondok pesantren mendaftarkan diri untuk program beasiswa tersebut. Para santri mampun pengasuh pesantren bisa meneruskan pendidikan program studi Strata S1, dan S2 serta S3.
“Beasiswa ini untuk meneruskan pendidikan di dalam negeri dan luar negeri sudah di buka,” kata sosok yang akrab di sapa Gus Yasin ini.
Program beasiswa santri dan pengasuh pesantren 2026, merupakan salah satu program Prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, di bawah kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi – Taj Yasin Maemoen.
Aplikasi Pendaftaran
Informasi lengkap mengenai program tersebut, dapat di akses melalui Aplikasi JNN- Jateng Ngopeni Nglakoni. Dapat di unduh melalui Playstore atau Applestore. Adapun petunjuk teknis pendaftaran dapat diperoleh melalui website www.jatengprov.go.id.


