BREBES, smpantura – Persoalan banjir yang berulang kali melanda Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, di bahas dalam rapat lintas unsur di Kantor Desa Adisana, Rabu (7/1/2026).
Salah satu kesimpulan rapat, pemerintah desa membuka opsi kerja sama dengan pihak ketiga untuk mempercepat normalisasi Sungai Keruh.
Rapat tersebut di hadiri Kepala Desa Adisana Ahmad Yani, unsur BPD dan LPM, anggota DPRD Brebes Ade Apriyanto, Nur Endro, dan Nur Bintang, serta perwakilan DPRD Provinsi Jawa Tengah Sururul Fuad dan anggota DPR RI Harris Turino.
Kepala Desa Adisana Ahmad Yani menjelaskan, banjir dipicu tingginya sedimentasi Sungai Keruh di wilayah Penggarutan. Saat banjir, aliran sungai meluap dan berbelok ke permukiman warga Adisana. “Banjir besar terjadi pada pertengahan November. Kemudian awal tahun kemarin banjir lagi,” katanya
Akibat banjir tersebut, 45 rumah warga terendam, jalan desa sepanjang sekitar 200 meter mengalami kerusakan. Dan sekitar 30 hektare lahan pertanian terdampak. Selain itu, sejumlah fasilitas umum seperti pipa air bersih, SPAM, serta jaringan drainase di sembilan titik ikut terganggu.
Menurut Ahmad Yani, normalisasi sungai menjadi langkah paling mendesak agar banjir tidak terus berulang. Namun, keterbatasan anggaran desa dan lamanya proses bantuan melalui APBD membuat desa mencari alternatif percepatan. “Karena keterbatasan anggaran dan waktu, rapat menyepakati perlunya membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga. Tentu tetap sesuai aturan dan perizinan,” ujarnya.
Hasil rapat tersebut akan di tindaklanjuti dengan penyampaian usulan ke Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Tengah. Pemdes berharap dukungan pemerintah daerah dan legislatif agar proses perizinan dan penganggaran dapat dikawal.


